Jumat, 04 Juni 2010

Stratifikasi sosial

Stratifikasi sosial berasal dari bahasa Latin ”stratum” (tunggal) atau ”strate” (jamak) yang berarti berlapis-lapis. Menurut Pitirim A. Sorokin, stratifikasi sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau hierarkis.
Menurut P.J. Bouman, pelapisan sosial adalah golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu. Oleh karena itu, mereka menuntut gengsi kemasyarakatan. Hal tersebut dapat dilihat dalam kehidupan anggota masyarakat yang berada di kelas rendah. Pelapisan sosial merupakan gejala yang bersifat universal. Kapan pun dan di mana pun, pelapisan sosial selalu ada.
Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi (1974) menyebutkan bahwa selama dalam  masyarakat ada sesuatu yang dihargai, maka dengan sendirinya pelapisan sosial terjadi. Sesuatu yang dihargai dalam masyarakat bisa berupa harta kekayaan, ilmu pengetahuan, atau kekuasaan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelapisan sosial  adalah pembedaan antarwarga masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat. Wujudnya adalah terdapat lapisan-lapisan di dalam masyarakat di antaranya ada kelas sosial tinggi, sedang, dan rendah.

Pendapat beberapa ahli tentang pengertian stratifikasi sosial:
1) Hendropuspito
Stratifikasi sosial adalah tatanan vertikal berbagai lapisan sosial berdasarkan tinggi rendahnya kedudukan.
2) Max Weber
Stratifikasi sosial sebagai penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hierarki menurut dimensi kekuasaan, previllege, dan prestise.
3) Cuber
Stratifikasi sosial sebagai suatu pola yang ditempatkan di atas kategori dari hak-hak yang berbeda.


Proses Terbentuknya Stratifikasi Sosial

Secara umum terdapat dua proses terbentuknya stratifikasi sosial di masyarakat, yaitu:

a. Terjadi secara Otomatis atau Alamiah
Stratifikasi sosial dapat terjadi secara alamiah, dengan sendirinya dan otomatis bersamaan dengan perkembangan kehidupan masyarakat. Biasanya proses ini terjadi karena faktor-faktor yang dibawa individu sejak lahirnya. Contoh: kepandaian, usia, jenis kelamin, keturunan, dan sifat keaslian keanggotaan seseorang dalam masyarakat.

b. Terjadi karena Bentukan untuk Mencapai Tujuan Bersama
Stratifikasi ini biasanya dilakukan dalam pembagian kekuasaan dan wewenang yang resmi dalam organisasi formal seperti pemerintahan, partai politik, perusahaan, perkumpulan, dan angkatan bersenjata. Dalam stratifikasi ini biasanya dilakukan dengan berbagai cara, seperti upacara pelantikan, pemberian tanda/ lambang kedudukan, pemberian wewenang, dan lainlain.

Dasar Stratifikasi Sosial

Selama di dalam masyarakat terdapat sesuatu yang dihargai, maka stratifikasi sosial akan tetap ada. Sesuatu yang dapat dihargai tersebut berupa uang, tanah, atau harta benda, kekuasaan, atau ilmu pengetahuan. Semakin banyak kepemilikan, kecakapan masyarakat atau seseorang terhadap sesuatu yang dihargai maka semakin tinggi kedudukan dan lapisannya di masyarakat. Sebaliknya, bagi mereka yang hanya mempunyai sedikit atau bahkan tidak memiliki sama sekali, mereka mempunyai kedudukan dan lapisan yang rendah.
Berdasarkan keterangan-keterangan di atas dapat diketahui kriteria-kriteria umum yang digunakan untuk mengelompokkan anggota masyarakat ke dalam suatu lapisan tertentu sebagai berikut.

a. Ukuran Kekayaan
Kekayaan atau materi dapat dijadikan sebagai ukuran penempatan status seseorang dalam lapisan masyarakat. Oleh karenanya, orang yang memiliki harta benda berlimpah (kaya) akan lebih dihormati dan dihargai daripada orang miskin. Ukuran kekayaan ini dapat
dilihat dari bentuk rumah modern, jenis pakaian yang dipakai, pemilikan sarana komunikasi dan transportasi, serta kebiasaan mengonsumsi barang-barang mewah.
b. Ukuran Kekuasaan
Kekuasaan dipengaruhi oleh kedudukan atau posisi seseorang dalam masyarakat. Seorang yang memiliki kekuasaan dan wewenang besar akan menempati lapisan sosial atas, sebaliknya orang yang tidak mempunyai kekuasaan berada di lapisan bawah.
Contoh: pimpinan perusahaan dengan karyawannya.
c. Ukuran Keturunan
Ukuran keturunan terlepas dari ukuran kekayaan atau kekuasaan. Dalam hal ini keturunan berdasarkan golongan kebangsawanan atau kehormatan. Contoh: gelar Andi di masyarakat Bugis, Raden di masyarakat Jawa, dan Tengku di masyarakat Aceh. Kesemua gelar ini diperoleh berdasarkan kelahiran atau keturunan. Apabila seseorang berasal dari keluarga bangsawan secara otomatis orang tersebut menempati lapisan atas berdasarkan keturunannya.
d. Ukuran Kepandaian atau Ilmu Pengetahuan
Kepandaian serta kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dapat pula menjadi dasar dalam pelapisan sosial. Seseorang yang berpendidikan tinggi atau bergelar sarjana tentunya mempunyai status yang lebih tinggi. Sebagaimana orang yang menguasai ilmu
pengetahuan akan menempati posisi yang paling tinggi dalam sistem pelapisan masyarakat. Contoh: profesor, doktor, dan lainlain.

Sifat Sistem Stratifikasi Sosial

a.   Stratifikasi Sosial Tertutup (Closed Social Stratification)
Stratifikasi tertutup adalah stratifikasi di mana anggota dari setiap strata sulit mengadakan mobilitas vertikalSatu-satunya jalan untukmasuk dalam stratifikasi ini melalui kelahiran atau keturunan. Wujud nyata dari stratifikasi ini adalah sistem kasta di Bali. Kaum Sudra tidak dapat pindah posisi ke lapisan Brahmana. Atau masyarakat rasialis, kulit hitam (Negro) yang dianggap di posisi rendah tidak bisa pindah kedudukan di posisi kulit putih.
b.   Stratifikasi Sosial Terbuka (Opened Social Stratification)
Stratifikasi sosial terbuka bersifat dinamis karena mobilitasnya sangat besar. Setiap anggota strata dapat bebas melakukan mobilitas sosial, baik vertikal maupun horizontal. Pada umumnya, sistem pelapisan ini, memberikan kesempatan kepada setiap anggota untuk naik ke strata yang lebih tinggi, atau turun ke strata yang lebih rendah. Selain itu, system pelapisan terbuka memberikan perangsang lebih besar kepada setiap anggota masyarakat untuk dijadikan landasan pembangunan masyarakat. Contoh, seorang yang miskin karena usaha dan kerja keras dapat menjadi kaya, atau sebaliknya.
c.   Stratifikasi Campuran
Stratifikasi campuran diartikan sebagai sistem stratifikasi yang membatasi kemungkinan berpindah strata pada bidang tertentu, tetapi membiarkan untuk melakukan perpindahan lapisan pada bidang lain. Contoh: seorang raden yang mempunyai kedudukan terhormat di tanah Jawa, namun karena sesuatu hal ia pindah ke Jakarta dan menjadi buruh. Keadaan itu menjadikannya memiliki kedudukan rendah maka ia harus menyesuaikan diri dengan aturan kelompok masyarakat di Jakarta.Stratifikasi sosial berasal dari bahasa Latin ”stratum” (tunggal) atau ”strate” (jamak) yang berarti berlapis-lapis. Menurut Pitirim A. Sorokin, stratifikasi sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau hierarkis.
Menurut P.J. Bouman, pelapisan sosial adalah golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu. Oleh karena itu, mereka menuntut gengsi kemasyarakatan. Hal tersebut dapat dilihat dalam kehidupan anggota masyarakat yang berada di kelas rendah. Pelapisan sosial merupakan gejala yang bersifat universal. Kapan pun dan di mana pun, pelapisan sosial selalu ada.
Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi (1974) menyebutkan bahwa selama dalam  masyarakat ada sesuatu yang dihargai, maka dengan sendirinya pelapisan sosial terjadi. Sesuatu yang dihargai dalam masyarakat bisa berupa harta kekayaan, ilmu pengetahuan, atau kekuasaan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelapisan sosial  adalah pembedaan antarwarga masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat. Wujudnya adalah terdapat lapisan-lapisan di dalam masyarakat di antaranya ada kelas sosial tinggi, sedang, dan rendah.

Pendapat beberapa ahli tentang pengertian stratifikasi sosial:
1) Hendropuspito
Stratifikasi sosial adalah tatanan vertikal berbagai lapisan sosial berdasarkan tinggi rendahnya kedudukan.
2) Max Weber
Stratifikasi sosial sebagai penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hierarki menurut dimensi kekuasaan, previllege, dan prestise.
3) Cuber
Stratifikasi sosial sebagai suatu pola yang ditempatkan di atas kategori dari hak-hak yang berbeda.


Proses Terbentuknya Stratifikasi Sosial

Secara umum terdapat dua proses terbentuknya stratifikasi sosial di masyarakat, yaitu:

a. Terjadi secara Otomatis atau Alamiah
Stratifikasi sosial dapat terjadi secara alamiah, dengan sendirinya dan otomatis bersamaan dengan perkembangan kehidupan masyarakat. Biasanya proses ini terjadi karena faktor-faktor yang dibawa individu sejak lahirnya. Contoh: kepandaian, usia, jenis kelamin, keturunan, dan sifat keaslian keanggotaan seseorang dalam masyarakat.

b. Terjadi karena Bentukan untuk Mencapai Tujuan Bersama
Stratifikasi ini biasanya dilakukan dalam pembagian kekuasaan dan wewenang yang resmi dalam organisasi formal seperti pemerintahan, partai politik, perusahaan, perkumpulan, dan angkatan bersenjata. Dalam stratifikasi ini biasanya dilakukan dengan berbagai cara, seperti upacara pelantikan, pemberian tanda/ lambang kedudukan, pemberian wewenang, dan lainlain.

Dasar Stratifikasi Sosial

Selama di dalam masyarakat terdapat sesuatu yang dihargai, maka stratifikasi sosial akan tetap ada. Sesuatu yang dapat dihargai tersebut berupa uang, tanah, atau harta benda, kekuasaan, atau ilmu pengetahuan. Semakin banyak kepemilikan, kecakapan masyarakat atau seseorang terhadap sesuatu yang dihargai maka semakin tinggi kedudukan dan lapisannya di masyarakat. Sebaliknya, bagi mereka yang hanya mempunyai sedikit atau bahkan tidak memiliki sama sekali, mereka mempunyai kedudukan dan lapisan yang rendah.
Berdasarkan keterangan-keterangan di atas dapat diketahui kriteria-kriteria umum yang digunakan untuk mengelompokkan anggota masyarakat ke dalam suatu lapisan tertentu sebagai berikut.

a. Ukuran Kekayaan
Kekayaan atau materi dapat dijadikan sebagai ukuran penempatan status seseorang dalam lapisan masyarakat. Oleh karenanya, orang yang memiliki harta benda berlimpah (kaya) akan lebih dihormati dan dihargai daripada orang miskin. Ukuran kekayaan ini dapat
dilihat dari bentuk rumah modern, jenis pakaian yang dipakai, pemilikan sarana komunikasi dan transportasi, serta kebiasaan mengonsumsi barang-barang mewah.
b. Ukuran Kekuasaan
Kekuasaan dipengaruhi oleh kedudukan atau posisi seseorang dalam masyarakat. Seorang yang memiliki kekuasaan dan wewenang besar akan menempati lapisan sosial atas, sebaliknya orang yang tidak mempunyai kekuasaan berada di lapisan bawah.
Contoh: pimpinan perusahaan dengan karyawannya.
c. Ukuran Keturunan
Ukuran keturunan terlepas dari ukuran kekayaan atau kekuasaan. Dalam hal ini keturunan berdasarkan golongan kebangsawanan atau kehormatan. Contoh: gelar Andi di masyarakat Bugis, Raden di masyarakat Jawa, dan Tengku di masyarakat Aceh. Kesemua gelar ini diperoleh berdasarkan kelahiran atau keturunan. Apabila seseorang berasal dari keluarga bangsawan secara otomatis orang tersebut menempati lapisan atas berdasarkan keturunannya.
d. Ukuran Kepandaian atau Ilmu Pengetahuan
Kepandaian serta kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dapat pula menjadi dasar dalam pelapisan sosial. Seseorang yang berpendidikan tinggi atau bergelar sarjana tentunya mempunyai status yang lebih tinggi. Sebagaimana orang yang menguasai ilmu
pengetahuan akan menempati posisi yang paling tinggi dalam sistem pelapisan masyarakat. Contoh: profesor, doktor, dan lainlain.

Sifat Sistem Stratifikasi Sosial

a.   Stratifikasi Sosial Tertutup (Closed Social Stratification)
Stratifikasi tertutup adalah stratifikasi di mana anggota dari setiap strata sulit mengadakan mobilitas vertikalSatu-satunya jalan untukmasuk dalam stratifikasi ini melalui kelahiran atau keturunan. Wujud nyata dari stratifikasi ini adalah sistem kasta di Bali. Kaum Sudra tidak dapat pindah posisi ke lapisan Brahmana. Atau masyarakat rasialis, kulit hitam (Negro) yang dianggap di posisi rendah tidak bisa pindah kedudukan di posisi kulit putih.
b.   Stratifikasi Sosial Terbuka (Opened Social Stratification)
Stratifikasi sosial terbuka bersifat dinamis karena mobilitasnya sangat besar. Setiap anggota strata dapat bebas melakukan mobilitas sosial, baik vertikal maupun horizontal. Pada umumnya, sistem pelapisan ini, memberikan kesempatan kepada setiap anggota untuk naik ke strata yang lebih tinggi, atau turun ke strata yang lebih rendah. Selain itu, system pelapisan terbuka memberikan perangsang lebih besar kepada setiap anggota masyarakat untuk dijadikan landasan pembangunan masyarakat. Contoh, seorang yang miskin karena usaha dan kerja keras dapat menjadi kaya, atau sebaliknya.
c.   Stratifikasi Campuran
Stratifikasi campuran diartikan sebagai sistem stratifikasi yang membatasi kemungkinan berpindah strata pada bidang tertentu, tetapi membiarkan untuk melakukan perpindahan lapisan pada bidang lain. Contoh: seorang raden yang mempunyai kedudukan terhormat di tanah Jawa, namun karena sesuatu hal ia pindah ke Jakarta dan menjadi buruh. Keadaan itu menjadikannya memiliki kedudukan rendah maka ia harus menyesuaikan diri dengan aturan kelompok masyarakat di Jakarta.

Jumat, 26 Februari 2010

PROTOZOA

PROTOZOA
n      Protozoa(proto:pertama & zoa:hewan)
n      Hewan bersel tunggal, berinti sejati (eukariotik)&tidak memiliki dinding sel
n      Organisme mikroskopis bersifat heterotrof
n      Ukurannya antara 3–1000 mikron
n      Habitat pada tempat basah yang kaya zat organik, air tawar atau air laut sebagai zooplakton. kosmopolit
n      Beberapa jenis bersifat parasit dan menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan ternak.(Plasmodium sp:Malaria)
n      Bereproduksi dengan vegetatif (membelah diri) dan generatif (konjugasi)
n      Memiliki macam-macam alat gerak: pseudopodia, flagel, silia
n      Beberapa spesies membentuk sista (kondisi lingkungan yangtidak menguntungkan

A. Filum Rhizopoda
Berasal dari kata rhizo: akar & podos: kaki, disebut juga sarcodina (daging)
Ciri-ciri:
n      Hewan bersel satu, tubuhnya mudah berubah
n      Menggunakan kaki semu atau pseupodia (penjuluran sitoplasma) untuk bergerak dan menangkap mangsa
n      Reproduksi dengan membelah diri, ex: Amoeba sp
n      Hidup bebas atau parasit
n      Makanan berupa ganggang, bakteri, protozoa, tumbuhan yang sudah mati
n      Pertukaran gas melalui permukaan tubuh

Struktur tubuh Rhizopoda (Amoeba)


1.      Membran plasma:
  Fungsi:sebagai pelindung isi sel, mengatur pertukaran zat misalnya zat makanan, ekskresi. Alat gerak yang digunakan adalah dengan membentuk pseudopodia serta dapat menangkap rangsangan kimia dari luar tubuhnya
2.  Sitoplasma
     Ektoplasma, sitoplasma bening dekat membran sel
     Endoplasma, lebih kental dan keruh (butir-butir granula)
  1.  Organel-organel
             Inti/nukleus, vakuola makanan (mencerna makaman), vakuola  kontraktil (mengatur kadar air dalam sitoplasma/osmoregulator)
 Contoh spesies Rhizopoda:
n      Amoeba proteus, hidup bebas bnyk mengandung bahan organik
n      Entamoeba coli, pembusukan makanan pada usus
n      Entamoeba ginggivalis, penyakit pada gusi
n      Entamoeba histolitica
Rhizopoda bercangkang:
n      Arcella, bentuk arloji, membentuk kerangka luar (kitin)
n      Difflugia, mempunyai lendir untuk melekat pada pasir
n      Foraminifera, membentuk tanah globigerina
n      Radiolaria, membentuk tanah radiolaria
n      Heliozoa, menyerupai matahari

b. Filum Flagellata(Mastigopora)    
n      Flagellum = Cambuk, memiliki alat gerak berupa cambuk dan disebut cambuk getar/buluh cambuk
n      Buluh cambuk juga berfungsi sebagai alat peraba dan penangkanap makanan  
n      Habitat: air tawar, lsut , tanah basah, parasit, bersimbiosis
n      Bentuk tubuh lebih tetap dibandingkan Rhizopoda
n      Reproduksi vegetatif dengan membelah diri (biner)
Contoh-contoh Mastigopora/Flagellata:
n      Flagellata Parasit
  1. Trypanosoma gambiense & Trypanosoma rhodesiense. Parasit dalam darah manusia&dapat menyebabkan penyakit tidur.Di Afrika penularan dilakukan oleh lalat Tse-tse yaitu Glosina palpalis.
  2. Trypanasoma cruzi               Penyakit chagas di Amerika
  3.  Trypanasoma evansi  Penyakit sura pada hewan
  4.  Trypanosoma brucei  Penyakit nagana pada sapi dan kerbau
  5.  Trypanasoma vaginalis          Keputihan pada vagina wanita
  6.  Trypanasoma foetus  Parasit pada vagina sapi
  7.  Leishmania                              Penyakit kala azar (sel darah manusia)
n      Flagellata Bersimbiosis
            Trichonympha campanula, hidup pada usus rayap/kecoa

C. Filum Ciliata/Ciliophora/infusoria
Berasal dari kata cilia: bulu getar yang menutupi seluruh perm. tubuh
n      Cilia: alat gerak, penerima rangsang, pengambil makanan
n      Bentuk tubuhnya tetap tidak berubah-ubah, oval
n      Hidup di tempat-tempat yang berair misal: sawah, rawa, tanah berair dan banyak mengandung bahan organik
n      Cilliata  ada yang hidup bebas dan adapula yang parasit, dan bersimbiosis dengan hewan lain
n      Reproduksi:vegetatif(pembelahan biner), generatif(kawin)
Struktur tubuh Ciliata (Paramecium caudatum)
n      Pencernaan makanan dibantu oleh silia. Siliaàsitostomaàsitofaringàsitoplasmaàvakuola makanan
n      Sel ciliata memiliki 2 inti. Makronukleus (perkembangbiakan dan pertumbhan dan mikronukleus(konjugasi)
n      Memiliki trikokis untuk melindungi diri dari musuh
n      vakuola makanan yang berfungsi untuk mencerna dan mengedarkan makanan
n      vakuola berdenyut yang berguna untuk mengeluarkan sisa makanan

Spesies ciliata:
  1. Stentor: hidup di sawah-sawah atau air tergenang banyak mengandung bahan organik.
2.         Didinium: merupakan pemangsa Paramecium, hidup diperairan yang banyak protozoa.
3.         Vorticella: bentuk seperti lonceng, silia terdapar di sekitar mulut sel.
  1. Stylonichia: mirip dengan Paramecium, silia berkelompok disebut sirus, hidup di perairan yang banyak mengandung sampah organik
D. Filum Sporozoa/Apicomplexa
Sporozoa, (Spora:benih, zoon: hewan)
n      Semua anggota filum tidak memiliki alat gerak & bersifat parasit pada  hewan/manusia
n      Tubuh terbentuk bulat atau bulat panjang
n      Respirasi dan eskresi secara difusi
n      Perkembangbiakan/siklus hidupnya dapat dibagi atas tiga stadium:
            a. Schizogonia
    Terbentuk secara membelah dan terjadi setelah menginfeksi inang
            b. Sporogoni
                Pembentukan spora di luar inang dan merupakan stadium efektif.
            c. Gamogoni
                Tahap pembentukan sel-sel gamet terjadi di dalam tubuh inang perantara atau nyamuk.
Contoh-contoh Sporozoa antara lain:
  1. Plasmadium vivax, penyebab penyakit malaria tertiana dengan gejala demam (masa sporulasi) selang waktu 48 jam.
  2. Plasmodium malariae, penyebab penyakit malaria Quartana dengan gejala demam (masa sporulasi) selang waktu 72 jam.
  3. Plamodium falcifarum, penyebab penyakit malaria tropika dengan gejala demam yang tidak teratur.
  4. Plasmadium ovale, disebut malaria ovale tertiana, akan tetapi gejala demamnya lebih ringan daripada malaria tertiana yang disebabkan Plasmodium vivax
  5. Toxoplasma gondii, menyebabkan penyakit toksoplasmosis

Siklus Hidup Plasmodium dibagi menjadi 2,
  1. Pada tubuh nyamuk (Anopheles betina)
  2. Pada tubuh manusia

PROTISTA

Protista adalah sekelompok mahluk hidup heterogen, terdiri dari eukariota yang tidak termasuk hewantumbuhan, atau fungus. Mereka pernah dikelompokkan ke dalam satu kerajaan bernama Protista, namun sekarang tidak dipertahankan lagi. Penggunaannya masih digunakan untuk kepentingan kajian ekologi dan morfologi bagi semua organisme eukariotik bersel tunggal yang hidup secara mandiri atau, jika membentuk koloni, bersama-sama namun tidak menunjukkan diferensiasi menjadi jaringan yang berbeda-beda.

Ciri-ciri umum Protista:
nOrganisme Eukariotik yang paling sederhana
nSebagian besar dari 60 ribu spesies adalah Uniseluler
nSebagian besar memiliki metabolisme yang bersifat Aerobik
nSebagian besar bersifat motil (bergerak) yaitu dengan flagel atau silia
nUmumnya menempati tanah yang basah, sampah dedaunan dan habitat darat yang cukup lembab

Protista dianggap sebagai organisme peralihan antara Monera dan organisme lain, baik hewan maupun tumbuhan.
Protista dibedakan menjadi 3 kelompok, yaitu:
Protista mirip hewan, mirip tumbuhan, dan mirip jamur


Klasifikasi tradisional

Protista pertama kali diusulkan oleh Ernst Haeckel. Secara tradisional, protista digolongkan menjadi beberapa kelompok berdasarkan kesamaannya dengan kerajaan yang lebih tinggi yaitu protista yang menyerupai hewan (Protozoa), protista yang menyerupai tumbuhan (algae), dan protista yang menyerupai jamur(jamur lendir dan jamur air).
Dulu, bakteri juga dianggap sebagai protista dalam sistem tiga kerajaan (Animalia, Plantae termasuk jamur, dan Protista). Namun kemudian bakteri dipisah dari protista setelah diketahui bahwa ia adalah prokariotik.

Protozoa, protista yang menyerupai hewan

Protozoa hampir semuanya protista bersel satu, mampu bergerak yang makan dengan cara fagositosis, walaupun ada beberapa pengecualian. Mereka biasanya berukuran 0,01-0,5 mm sehingga secara umum terlalu kecil untuk dapat dilihat tanpa bantuan mikroskop. Protoza dapat ditemukan di mana-mana, seperti lingkungan berair dan tanah, umumnya mampu bertahan pada periode kering sebagai kista (cyst?) atau spora, dan termasuk beberapa parasit penting. Berdasarkan pergerakannya, protozoa dikelompokkan menjadi:


Algae, protista yang menyerupai tumbuhan

Algae mencakup semua organisme bersel tunggal maupun banyak yang memiliki kloroplas. Termasuk di dalamnya adalah kelompok-kelompok berikut.
Alga hijau dan merah, bersama dengan kelompok kecil yang disebut Glaucophyta, sekarang diketahui memiliki hubungan evolusi yang dekat dengan tumbuhan darat berdasarkan bukti-bukti morfologi, fisiologi, dan molekuler, sehingga lebih tepat masuk dalam kelompok Archaeplastida, bersama-sama dengan tumbuhanbiasa.


Protista yang menyerupai jamur

Beragam organisme dengan organisasi tingkat protista awalnya dianggap sama dengan jamur, sebab mereka memproduksi sporangia. Ini meliputi chytridjamur lendirjamur air, dan LabyrinthulomycetesChytrid sekarang diketahui memiliki hubungan dengan Fungi dan biasanya diklasifikasikan dengan mereka. Sementara yang lain sekarang ditempatkan bersama dengan heterokontofita lainnya (yang memiliki selulosa, bukan dinding chitin) atau Amoebozoa (yang tidak memiliki dinding sel).

welcome


welcome to my blog
i hope you enjoy it...