just read,, ok!!

Loading...

Jumat, 04 Juni 2010

Diferensiasi sosial

Diferensiasi sosial berasal dari bahasa Inggris yaitu difference, yang berarti perbedaan. Secara istilah pengertian diferensiasi sosial adalah pembedaan anggota masyarakat ke dalam golongan secara horizontal,mendatar, dan sejajar atau tidak memandang perbedaan lapisan. Asumsinya adalah tidak ada golongan dari pembagian tersebut yang lebih tinggi daripada golongan lainnya.

Ciri Dasar Diferensiasi Sosial

Pada dasarnya keberadaan kemajemukan (diferensiasi) sosial ditandai dengan adanya ciri-ciri utama, yaitu:

a. Ciri Fisik
Diferensiasi ini terjadi karena perbedaan ciri-ciri fisik tertentu. Misalnya: warna kulit, bentuk mata, rambut, hidung, muka, dan sebagainya.

b. Ciri Sosial
Diferensiasi sosial ini muncul karena perbedaan pekerjaan yang menimbulkan cara pandang dan pola perilaku dalam masyarakat berbeda. Termasuk di dalam kategori ini adalah perbedaan peranan, prestise, dan kekuasaan. Contoh: pola perilaku seorang perawat akan berbeda dengan seorang karyawan kantor.

c. Ciri Budaya
Diferensiasi budaya berhubungan erat dengan pandangan hidup suatu masyarakat menyangkut nilai-nilai yang dianutnya, seperti religi atau kepercayaan, sistem kekeluargaan, keuletan, dan ketangguhan. Hasil dari nilai-nilai yang dianut suatu masyarakat dapat kita lihat dari bahasa, kesenian, arsitektur, pakaian adat, agama, dan sebagainya.


Bentuk-bentuk diferensiasi sosial

        Pengelompokan masyarakat berdasarkan perbedaannya dalam diferensiasi sosial sangat beragam. Oleh karenanya, para ahli sosial mengklasifikasikannya menjadi beberapa macam bentuk diferensiasi guna memudahkan dalam mempelajarinya. Bentuk-bentuk tersebut antara lain, diferensiasi ras, agama, etnis, profesi, jenis kelamin, dan asal daerah.

a.          Ras
Dalam ras tidak ada ukuran tinggi rendah karena ras adalah identitas kodrat yang akan selalu dimiliki oleh manusia. Dabzhanzky dalam bukunya Herdity Race Society berpendapat ras adalah populasi yang dapat dibedakan berdasarkan gen atau kategori individu berdasarkan individu secara turun temurun memiliki ciri fisik dan biologis tertentu. Penggolongan ras dapat dibedakan berdasarkan ciri-ciri morfologis yang tampak (fenotif). Ciri-ciri ini dapat dibedakan dalam dua golongan yaitu:
1) Ciri kualitatif, yaitu warna kulit, bentuk rambut dan lain-lain
2) Ciri kuantitatif, yaitu bentuk badan, berat badan dan lain-lain
Ilmu yang mempelajari ras-ras manusia di dunia disebutSomatologi. A. L Kroeber membuat klasifikasi ras di dunia menjadi lima yaitu:

NO
JENIS RAS
WILAYAH PENYEBARAN
CIRI FISIK
1
Austroloid


Penduduk asli Autralia (aborigin)

2
Mongoloid:
a.   Asiatic Mongoloid
b.  Malayan Mongoloid
c.  American Mongolid

Penduduk asli Asia dan Amerika, antara lain:
a.Asia Utara, Asia Tengah dan Asia Timur
b.Asia Tenggara, Indonesia, Malaysia, Filipina, penduduk asli Taiwan
c Penduduk asli Amerika
Kulit sawo matang, rambut lurus, bulu badan sedikit, mata sipit (terutama Asia Mongoloid)
3
 Kaukasoid
a. Nordic
 b. Alpine
 c. India

Penduduk asli wilayah Eropa, sebagai Afrika dan Asia, antara lain:
a.Eropa Utara, Sekitar Laut Baltik
b.Sekitar Laut Tengah, Afrika Utara, Armenia, Arab dan Iran
c.Pakistan, India, Bangladesh, Sri langka
Hidung mancung, kulit putih, rambut pirang sampai cokelat kehitam-hitaman, dan
kelopak mata lurus.
4
Negroid
a. African Negroid
b. Negrito
c. Melanesian
Penduduk asli wilayah Afrika dan sebagaian Asia, antara lain:
a.Benua Afrika
b.Afrika Tengah, Semenanjung Malaya (yang dikenal orang Semang, Filiphina. dan Melanesia
c.Irian
Rambut keriting, kulit hitam, bibir tebal, dan kelopak mata lurus.
5
5 Ras-ras khusus
a. Bushman
b. Veddoid
c. Polynesian Selatan
d. Ainu

Ras-ras yang tidak dapat dikelompokan kedalam keempat ras pokok, antara lain:
a.Gurun Kalahari –Afrika Selatan
b.Pedalaman Sri Langka dan Sulawesi
c.Kepulauan Mikronesia dan Polynesia
d.Pulau Karafuto dan Hokaido Jepang


Pada dasarnya, Indonesia didiami oleh bermacam-macam subras sebagai berikut.
1) Negrito, yaitu suku bangsa Semang di Semenanjung Malaya dan sekitarnya.
2)Veddoid, yaitu suku Sakai di Riau, Kubu di Sumatra Selatan, Toala dan
   Tomuna di Sulawesi.
3) Neo-Melanosoid, yaitu penduduk Kepulauan Kei dan Aru.
4) Melayu yang terdiri atas:
a) Melayu tua (Proto Melayu), yaitu orang Batak, Toraja, dan Dayak.
b)Melayu Muda (Deutro Melayu), yaitu orang Aceh, Minang, Bugis/Makassar, Jawa, Sunda, dan sebagainya.

b.   Suku Bangsa

Sebenarnya pemahaman suku dan bangsa berbeda, konsep bangsa lebih luas dibandingkan dengan suku. Suku bangsa adalah golongan manusia yang terikat oleh kesadaran akan kesatuan kebuadayaan, sedangkan kesadaran dan identitas tadi seringkali dikuatkan oleh kesatuan bahasa.
Golongan sosial yang disebut bangsa memiliki ciri-ciri yang berkaitan dengan asal usul, tempat asal dan kebudayaan. Selain itu yang menjadi ciri-ciri mendasar suku bangsa ialah tipe fisik, bahasa yang digunakan, adat istiadat, kesenian dan kesadaran kolektif.

Menurut Van Vollenhoven, di Indonesia terdapat 19 lingkaran hukum adat, yaitu:

1. Aceh                                      9. Gorontalo
2. Gayo-Alas dan Batak             10. Toraja
2a. Nias dan Batu                      11. Sulawesi Selatan
3. Minangkabau                         12. Ternate
3a. Mentawai                             13. Ambon-Maluku
4. Sumatera Selatan                   14. Papua (Irian)
4a. Enggano                              15. Kepulauan Barat Daya
5. Melayu                                  16. Timor
6. Bangka dan Biliton                 17. Bali dan Lombok
7. Kalimantan                             18. Jawa Tengah dan Jawa Timur
          8. Sangir-Talaud                        19. Surakarta dan Jogjakarta

c.   Bahasa
Bahasa sebagai alat komunikasi antar sesama manusia memiliki ciri berbeda dan khas. Perbedaan bahasa ini disebabkan oleh:pengaruh bahasa asing, perbedaan wilayah, latar belakang sejarah yang berbeda, lingkaran hukum adat dan kemasyarakatan yang berlainan,

d.   Agama
Agama termasuk kedalam perwujudan diferensiasi sosial. Alasannya adalah keanekaragaman agama tidak menunjukan tingkatan tinggi rendah. Di dunia terdapat berbagai macam agama dan kepercayaan. Keberagaman agama di Indonesia dapat dilihat kebebasan memeluk dan menjalankan agama dilindungi oleh negara. Agama yang secara resmi diakui oleh negara antara lain yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha.
          Banyak peristiwa – peristiwa besar yang melibatkan agama sebagai sumber konflik. Dalam hal ini agama menjadi kekuatan sebagai pemersatu masyarakat dan sebagai kekuatan yang dinamis. Fungsi agama mencakup kurang lebih tiga jenis lingkup perhatian yaitu, pola keyakinan yang disebut doktrin, yang menentukan sifat hubungan antar manusia dengan sesamanya dan manusia dengan Tuhannya; ritual yang melambangkan doktrin yang mengingatkan manusia pada doktrin tersebut; dan seperangkat norma tertentu yang konsisten dengan doktrin tersebut.

e.   Gender
Perbedaan gender adalah cara berprilaku bagi pria dan wanita yang sudah ditentukan oleh kebudayaan dan kodratnya yang kemudian manjadi bagian dari kepribadian.

f.    Diferensiasi Clan

Klan (clan) adalah suatu kesatuan atau kelompok kekerabatan yangdidasarkan atas hubungan keturunan atau hubungan darah (genealogis) yang terdapat dalam masyarakat. Sedangkan kekerabatan merupakan kesatuan sosial yang orang-orangnya atau anggota-anggotanya mempunyai hubungan keturunan atau hubungan darah.
Seseorang dapat kita anggap sebagai kerabat kita, jika orang tersebut mempunyai hubungan darah atau seketurunan dengan kita, walaupun kita tidak pernah saling bertemu dengan orang tersebut. Dalam sistem kekerabatan dikenal dua hubungan kekerabatan, yaitu patrilineal dan matrilineal.
Dalam klan patrilinealsaudara perempuan ayah dan saudara laki-laki ayah termasuk dalam satu klan. Sedangkan anak dari saudara perempuan ego tidak termasuk anggota klan. Masyarakat yang menganut sistem patrilineal antara lain Batak, Mentawai, dan Gayo.
Sementara dalam klan matrilinealsaudara laki-laki ibu, saudara perempuan ibu, saudara laki-laki ego, dan saudara perempuan ego termasuk anggota satu klan. Tetapi anak dari saudara laki-laki ibu dan anak darsaudara laki-laki ego tidak termasuk anggota satu klan. Masyarakat yang menganut system matrilineal antara lain Minangkabau dan Enggano.


Peranan Diferensiasi Sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Bangsa Indonesia sudah dikenal keanekaragaman budayanya sejak jaman dulu. Hal ini dapat diketahui dari catatan-catatan sejarah tentang Indonesia yang melukiskan keberagaman dan kekayaan budaya, adat, bahasa, dan kesenian yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.
Kedatangan bangsa asing ke Indonesia seperti agama Hindu, Budha dan Islam menambah kaya keanekaragaman kehidupan sosial budaya di Indonesia. Perpaduan ketiga agama itu menjadi sebuah identitas baru bagi bangsa Indonesia yang selanjutnya identitas itu dipertahankan. Bahkan ketika datang kolonialisme dan imperialisme bangsa Eropa di Indonesia, pembedaan sosial yang sudah menjadi identitas masyarakat Indonesia saat itu menjadi kekuatan sosial melawan bangsa Asing.
Kolonialisme adalah perampasan hak – hak asasi manusia yang bertentangan dengan nilai-nilai diferensiasi sosialyaitu pembedaan yang dianut tidak menunjukan pelapisan sosial, sedangkan kolonialisme mengusung perbedaan derajat manusia dari segi kemanusiaan.
Sejarah banyak mencatat peristiwa-peristiwa perampasan dan penindasan hak-hak manusia yang terjadi karena salah memahami konsep pembedaan sosial. Contohnya Apartheid di Afrika Selatan, Pemusnahan etnis Yahudi oleh Adolf Hitler, Konflik Agama yang berkepanjangan di Kashmir India

Diferensiasi sosial

Diferensiasi sosial berasal dari bahasa Inggris yaitu difference, yang berarti perbedaan. Secara istilah pengertian diferensiasi sosial adalah pembedaan anggota masyarakat ke dalam golongan secara horizontal,mendatar, dan sejajar atau tidak memandang perbedaan lapisan. Asumsinya adalah tidak ada golongan dari pembagian tersebut yang lebih tinggi daripada golongan lainnya.

Ciri Dasar Diferensiasi Sosial

Pada dasarnya keberadaan kemajemukan (diferensiasi) sosial ditandai dengan adanya ciri-ciri utama, yaitu:

a. Ciri Fisik
Diferensiasi ini terjadi karena perbedaan ciri-ciri fisik tertentu. Misalnya: warna kulit, bentuk mata, rambut, hidung, muka, dan sebagainya.

b. Ciri Sosial
Diferensiasi sosial ini muncul karena perbedaan pekerjaan yang menimbulkan cara pandang dan pola perilaku dalam masyarakat berbeda. Termasuk di dalam kategori ini adalah perbedaan peranan, prestise, dan kekuasaan. Contoh: pola perilaku seorang perawat akan berbeda dengan seorang karyawan kantor.

c. Ciri Budaya
Diferensiasi budaya berhubungan erat dengan pandangan hidup suatu masyarakat menyangkut nilai-nilai yang dianutnya, seperti religi atau kepercayaan, sistem kekeluargaan, keuletan, dan ketangguhan. Hasil dari nilai-nilai yang dianut suatu masyarakat dapat kita lihat dari bahasa, kesenian, arsitektur, pakaian adat, agama, dan sebagainya.


Bentuk-bentuk diferensiasi sosial

        Pengelompokan masyarakat berdasarkan perbedaannya dalam diferensiasi sosial sangat beragam. Oleh karenanya, para ahli sosial mengklasifikasikannya menjadi beberapa macam bentuk diferensiasi guna memudahkan dalam mempelajarinya. Bentuk-bentuk tersebut antara lain, diferensiasi ras, agama, etnis, profesi, jenis kelamin, dan asal daerah.

a.          Ras
Dalam ras tidak ada ukuran tinggi rendah karena ras adalah identitas kodrat yang akan selalu dimiliki oleh manusia. Dabzhanzky dalam bukunya Herdity Race Society berpendapat ras adalah populasi yang dapat dibedakan berdasarkan gen atau kategori individu berdasarkan individu secara turun temurun memiliki ciri fisik dan biologis tertentu. Penggolongan ras dapat dibedakan berdasarkan ciri-ciri morfologis yang tampak (fenotif). Ciri-ciri ini dapat dibedakan dalam dua golongan yaitu:
1) Ciri kualitatif, yaitu warna kulit, bentuk rambut dan lain-lain
2) Ciri kuantitatif, yaitu bentuk badan, berat badan dan lain-lain
Ilmu yang mempelajari ras-ras manusia di dunia disebutSomatologi. A. L Kroeber membuat klasifikasi ras di dunia menjadi lima yaitu:

NO
JENIS RAS
WILAYAH PENYEBARAN
CIRI FISIK
1
Austroloid


Penduduk asli Autralia (aborigin)

2
Mongoloid:
a.   Asiatic Mongoloid
b.  Malayan Mongoloid
c.  American Mongolid

Penduduk asli Asia dan Amerika, antara lain:
a.Asia Utara, Asia Tengah dan Asia Timur
b.Asia Tenggara, Indonesia, Malaysia, Filipina, penduduk asli Taiwan
c Penduduk asli Amerika
Kulit sawo matang, rambut lurus, bulu badan sedikit, mata sipit (terutama Asia Mongoloid)
3
 Kaukasoid
a. Nordic
 b. Alpine
 c. India

Penduduk asli wilayah Eropa, sebagai Afrika dan Asia, antara lain:
a.Eropa Utara, Sekitar Laut Baltik
b.Sekitar Laut Tengah, Afrika Utara, Armenia, Arab dan Iran
c.Pakistan, India, Bangladesh, Sri langka
Hidung mancung, kulit putih, rambut pirang sampai cokelat kehitam-hitaman, dan
kelopak mata lurus.
4
Negroid
a. African Negroid
b. Negrito
c. Melanesian
Penduduk asli wilayah Afrika dan sebagaian Asia, antara lain:
a.Benua Afrika
b.Afrika Tengah, Semenanjung Malaya (yang dikenal orang Semang, Filiphina. dan Melanesia
c.Irian
Rambut keriting, kulit hitam, bibir tebal, dan kelopak mata lurus.
5
5 Ras-ras khusus
a. Bushman
b. Veddoid
c. Polynesian Selatan
d. Ainu

Ras-ras yang tidak dapat dikelompokan kedalam keempat ras pokok, antara lain:
a.Gurun Kalahari –Afrika Selatan
b.Pedalaman Sri Langka dan Sulawesi
c.Kepulauan Mikronesia dan Polynesia
d.Pulau Karafuto dan Hokaido Jepang


Pada dasarnya, Indonesia didiami oleh bermacam-macam subras sebagai berikut.
1) Negrito, yaitu suku bangsa Semang di Semenanjung Malaya dan sekitarnya.
2)Veddoid, yaitu suku Sakai di Riau, Kubu di Sumatra Selatan, Toala dan
   Tomuna di Sulawesi.
3) Neo-Melanosoid, yaitu penduduk Kepulauan Kei dan Aru.
4) Melayu yang terdiri atas:
a) Melayu tua (Proto Melayu), yaitu orang Batak, Toraja, dan Dayak.
b)Melayu Muda (Deutro Melayu), yaitu orang Aceh, Minang, Bugis/Makassar, Jawa, Sunda, dan sebagainya.

b.   Suku Bangsa

Sebenarnya pemahaman suku dan bangsa berbeda, konsep bangsa lebih luas dibandingkan dengan suku. Suku bangsa adalah golongan manusia yang terikat oleh kesadaran akan kesatuan kebuadayaan, sedangkan kesadaran dan identitas tadi seringkali dikuatkan oleh kesatuan bahasa.
Golongan sosial yang disebut bangsa memiliki ciri-ciri yang berkaitan dengan asal usul, tempat asal dan kebudayaan. Selain itu yang menjadi ciri-ciri mendasar suku bangsa ialah tipe fisik, bahasa yang digunakan, adat istiadat, kesenian dan kesadaran kolektif.

Menurut Van Vollenhoven, di Indonesia terdapat 19 lingkaran hukum adat, yaitu:

1. Aceh                                      9. Gorontalo
2. Gayo-Alas dan Batak             10. Toraja
2a. Nias dan Batu                      11. Sulawesi Selatan
3. Minangkabau                         12. Ternate
3a. Mentawai                             13. Ambon-Maluku
4. Sumatera Selatan                   14. Papua (Irian)
4a. Enggano                              15. Kepulauan Barat Daya
5. Melayu                                  16. Timor
6. Bangka dan Biliton                 17. Bali dan Lombok
7. Kalimantan                             18. Jawa Tengah dan Jawa Timur
          8. Sangir-Talaud                        19. Surakarta dan Jogjakarta

c.   Bahasa
Bahasa sebagai alat komunikasi antar sesama manusia memiliki ciri berbeda dan khas. Perbedaan bahasa ini disebabkan oleh:pengaruh bahasa asing, perbedaan wilayah, latar belakang sejarah yang berbeda, lingkaran hukum adat dan kemasyarakatan yang berlainan,

d.   Agama
Agama termasuk kedalam perwujudan diferensiasi sosial. Alasannya adalah keanekaragaman agama tidak menunjukan tingkatan tinggi rendah. Di dunia terdapat berbagai macam agama dan kepercayaan. Keberagaman agama di Indonesia dapat dilihat kebebasan memeluk dan menjalankan agama dilindungi oleh negara. Agama yang secara resmi diakui oleh negara antara lain yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha.
          Banyak peristiwa – peristiwa besar yang melibatkan agama sebagai sumber konflik. Dalam hal ini agama menjadi kekuatan sebagai pemersatu masyarakat dan sebagai kekuatan yang dinamis. Fungsi agama mencakup kurang lebih tiga jenis lingkup perhatian yaitu, pola keyakinan yang disebut doktrin, yang menentukan sifat hubungan antar manusia dengan sesamanya dan manusia dengan Tuhannya; ritual yang melambangkan doktrin yang mengingatkan manusia pada doktrin tersebut; dan seperangkat norma tertentu yang konsisten dengan doktrin tersebut.

e.   Gender
Perbedaan gender adalah cara berprilaku bagi pria dan wanita yang sudah ditentukan oleh kebudayaan dan kodratnya yang kemudian manjadi bagian dari kepribadian.

f.    Diferensiasi Clan

Klan (clan) adalah suatu kesatuan atau kelompok kekerabatan yangdidasarkan atas hubungan keturunan atau hubungan darah (genealogis) yang terdapat dalam masyarakat. Sedangkan kekerabatan merupakan kesatuan sosial yang orang-orangnya atau anggota-anggotanya mempunyai hubungan keturunan atau hubungan darah.
Seseorang dapat kita anggap sebagai kerabat kita, jika orang tersebut mempunyai hubungan darah atau seketurunan dengan kita, walaupun kita tidak pernah saling bertemu dengan orang tersebut. Dalam sistem kekerabatan dikenal dua hubungan kekerabatan, yaitu patrilineal dan matrilineal.
Dalam klan patrilinealsaudara perempuan ayah dan saudara laki-laki ayah termasuk dalam satu klan. Sedangkan anak dari saudara perempuan ego tidak termasuk anggota klan. Masyarakat yang menganut sistem patrilineal antara lain Batak, Mentawai, dan Gayo.
Sementara dalam klan matrilinealsaudara laki-laki ibu, saudara perempuan ibu, saudara laki-laki ego, dan saudara perempuan ego termasuk anggota satu klan. Tetapi anak dari saudara laki-laki ibu dan anak darsaudara laki-laki ego tidak termasuk anggota satu klan. Masyarakat yang menganut system matrilineal antara lain Minangkabau dan Enggano.


Peranan Diferensiasi Sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Bangsa Indonesia sudah dikenal keanekaragaman budayanya sejak jaman dulu. Hal ini dapat diketahui dari catatan-catatan sejarah tentang Indonesia yang melukiskan keberagaman dan kekayaan budaya, adat, bahasa, dan kesenian yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.
Kedatangan bangsa asing ke Indonesia seperti agama Hindu, Budha dan Islam menambah kaya keanekaragaman kehidupan sosial budaya di Indonesia. Perpaduan ketiga agama itu menjadi sebuah identitas baru bagi bangsa Indonesia yang selanjutnya identitas itu dipertahankan. Bahkan ketika datang kolonialisme dan imperialisme bangsa Eropa di Indonesia, pembedaan sosial yang sudah menjadi identitas masyarakat Indonesia saat itu menjadi kekuatan sosial melawan bangsa Asing.
Kolonialisme adalah perampasan hak – hak asasi manusia yang bertentangan dengan nilai-nilai diferensiasi sosialyaitu pembedaan yang dianut tidak menunjukan pelapisan sosial, sedangkan kolonialisme mengusung perbedaan derajat manusia dari segi kemanusiaan.
Sejarah banyak mencatat peristiwa-peristiwa perampasan dan penindasan hak-hak manusia yang terjadi karena salah memahami konsep pembedaan sosial. Contohnya Apartheid di Afrika Selatan, Pemusnahan etnis Yahudi oleh Adolf Hitler, Konflik Agama yang berkepanjangan di Kashmir India

welcome


welcome to my blog
i hope you enjoy it...